P I N D A H A N

Buat teman-teman dan sahabat yang senantiasa berkunjung maupun yang baru pertama kemari, mulai hari ini diinfomasikan bahwa saya memindahkan aktivitas per-blogging-an saya ke alamat yang baru, yaitu:

http://cagakurip.com

Namun demikian blog ini masih tetap dapat diakses. Hanya saja beberapa waktu ke depan saya akan lebih fokus menulis di alamat yang baru. Bagi teman maupun sahabat blogger yang linknya sudah kecanthol di sini, secara otomatis akan saya pasang juga di rumah baru saya. Mengingat tidak semuanya aktif, maka saya akan pilih yang benar-benar masih dapat diakses saja. :mrgreen:

Jangan lupa mampir ke ‘rumah baru’ saya, mudah-mudahan di rumah baru nanti saya bisa lebih produktif dalam menulis, dan ‘kerasan’ di sana.

See you there… 😉

cagak urip

cagak urip

Advertisements

HP Converged Cloud Summit 2012

Beberapa waktu yang lalu tepatnya pada tanggal 26 September 2012, HP sebagai salah satu perusahaan IT terbesar, mengadakan kegiatan HP Converged Cloud Summit di Ritz Carlton Hotel, Kuningan Jakarta. Maksud dan tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menyongsong era cloud computing yang saat ini sedang menjadi salah satu opsi favorit dalam pengembangan data center. Selain itu, peserta yang hadir juga diharapkan supaya dapat mengetahui solusi konvergensi infrastruktur HP dan pengetahuan yang mendalam tentang konvergensi infrastruktur cloud HP dalam memenuhi permintaan user akan data, aplikasi dan konten digital serta bagaimana caranya agar dapat menciptakan nilai bisnis dengan konvergensi sistem cloud dan teknologi cloud terbaru.

HP Cloud

HP Cloud

Dalam kegiatan ini juga melibatkan beberapa rekanan dari HP seperti Brocade, VMware, dan Intel. Kegiatan seminar ini diselenggarakan dengan metode presentasi dan diskusi panel yang sangat interaktif. Bahkan dalam salah satu sesi presentasi, menggunakan animasi mirip seperti hologram. Widih, keren banget deh!!! 😆

Kegiatan ini didukung oleh beberapa narasumber yang sekaligus memberikan presentasi, diantaranya:

  1. Michael Barnes, Vice President & Research Director – Forrester Asia Pacific.
  2. Anoop Kumar Ravindranath, Converged Cloud – HP Asia Pacific & Japan.
  3. Yadi Karyadi, Business Development Manager – Intel Indonesia.
  4. Matthew Yeo, Solution Architect – HP.
  5. Trigantoro Bramaningtyas, Enterprise Architect – HP Indonesia.
  6. Oki Purwana, System Consultant – Vmware Indonesia dan Antonni, Thin Client Product Manager – HP Indonesia.

Pada sesi pertama, Michael Barnes, Vice President & Research Director – Forrester Asia Pacific memberikan presentasi mengenai The Need for Convergence. Menurut Michael Barnes, cloud computing bukanlah sebuah teknologi terapan, melainkan sebuah bussiness process (proses bisnis). Sebagai sebuah proses bisnis, maka cloud computing tidak akan pernah ada akhirnya dan akan terus berinovasi. Kadang terdapat perbedaan persepsi antara seorang CIO (Chief Information Officer) dari sisi solusi teknologi dengan pihak manajemen.

Michael Barnes menjelaskan bahwa harus digunakan sebuah pemahaman yang dapat menjembatani antara kepentingan manajemen yang ingin mengedepankan efektivitas dan efisiensi dengan teknologi yang ingin diterapkan oleh seorang CIO. Pada dasarnya semua pihak tentunya ingin memberikan yang terbaik kepada insitusi tempat mereka bekerja. Hanya saja dalam prosesnya kadang  terdapat perbedaan persepsi tentang apa yang akan dilakukan. Sebagai seorang CIO harus dapat meyakinkan manajemen bahwa dengan menerapkan cloud computing akan memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap proses bisnis. Sebagai penyedia layanan, tentunya kita harus memberikan yang terbaik bagi user, seperti misalnya mobilitas yang tinggi, teknologi yang fleksibel, availability, dan skalabilitas yang tinggi.

Tidak dapat dipungkiri bahwa ketika berbicara mengenai cloud computing terutama jika ingin membuat private cloud, dibutuhkan sebuah investasi yang tidak sedikit yang dapat membuat pihak manajemen keberatan dengan opsi ini. Namun sebagai seorang CIO, kita harus dapat memberikan pandangan kepada pihak manajemen bahwa investasi yang kita keluarkan ini akan mengarah kepada peningkatan layanan kepada user. Selain itu, jika dihitung dalam jangka panjang maka dengan penerapan cloud computing akan memangkas Operational Expendable yang sangat signifikan.

Untuk melakukan migrasi dari sistem konvensional ke cloud computing, ada beberapa tahapan yang harus dilalui, antara lain: Continue reading

Implementasi IPv6

Pada posting sebelumnya, saya berbagi kepada sahabat mengenai dunia yang saat ini mengalami krisis IPv4. Untuk menghadapi krisis tersebut, yang harus kita lakukan tidak lain tidak bukan adalah melakukan migrasi / hijrah ke IPv6. Namun, bagi sebagian besar dari kita IPv6 masih merupakan hal yang asing dan terlalu sulit untuk dimengerti. Jumlah bitnya lebih panjang, menggunakan hexadecimal, dan sejumlah alasan lain yang membuat kita ‘malas’ untuk mempelajarinya. Padahal dibalik itu semua, tersimpan potensi yang luar biasa, apa saja potensi itu? Yuk, kita simak sama-sama.

Keunggulan IPv6

Setelah melihat fakta-fakta bahwa IPv4 sudah tidak mampu lagi mengakomodasi kebutuhan pengguna dalam berkomunikasi dan mengakses informasi, maka perlu adanya solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Solusi tersebut adalah dengan menerapkan penggunaan IPv6 dalam sistem komunikasi global. IPv6 merupakan penyempurnaan dari IPv4.

Pada tahun 1992 IETF selaku komunitas terbuka internet membuka diskusi para pakar untuk mengatasi masalah ini dengan mencari format alamat IP generasi berikutnya setelah IPv4 (IPng, IP Next Generation) yang kemudian menghasilkan banyak RFC (request for comments) yakni dokumen stardar yang membahas protokol, program, prosedur serta konsep internet IPv6. Setelah melalui pembahasan yang panjang, pada tahun 1995 ditetapkan melalui RFC2460 alamat IP versi 6 sebagai IP generasi berikutnya (IPng) pengganti IP versi 4. IPv6 ini menggunakan format 128 bit binary.

Dibandingkan pendahulunya (IPv4), IPv6 memiliki keunggulan, antara lain:

  1. Memiliki jumlah address sebanyak 2128 atau sekitar 3,4 x 1038 atau 340 triliun triliun triliun (undecilion).
  2. Memiliki banyak penyempurnaan protokol dibanding IP versi 4.
  3. Memiliki fitur keamanan bawaan.
  4. Memiliki kemampuan multicasting.
  5. Stateless Address Autoconfiguration.
  6. Header yang lebih sederhana.
  7. Mobilitas tinggi.
  8. Kemampuan QoS lebih baik.

Status dan Tantangan dalam Implementasi IPv6 di Indonesia

Continue reading

Awas, IPv4 Habis!!!

Pada tanggal 12 Mei 2011 kemarin saya diutus oleh kantor untuk menghadiri seminar yang diselenggarakan di Yogyakarta oleh Kemenkominfo mengenai Krisis IPv4 dan Implementasi IPv6. Kemenkominfo selaku penyelenggara sekaligus sebagai lembaga pemerintah yang berkaitan erat dengan permasalahan ini merasa perlu untuk mensosialisasikan bahwa sebentar lagi, IPv4 di dunia ini akan ‘HABIS’. Berikut ini oleh-oleh saya dari sana untuk para sahabat di dunia maya, semoga bermanfaat. :mrgreen:

Kondisi Dunia Saat Ini

Pertumbuhan dunia teknologi khususnya dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah mencapai tahapan yang luar biasa. Pertumbuhan yang ada ini didukung oleh berbagai aspek, baik dari sisi hardware maupun software. Dari sisi hardware, adanya penemuan di bidang teknologi semikonduktor memberikan akselerasi yang sangat signifikan dalam mendukung proses data yang membutuhkan kecepatan tinggi. Di sisi software, adanya diversifikasi software dapat memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk memilih layanan apa yang paling sesuai bagi mereka.

Derasnya kebutuhan akan informasi di era sekarang ini merupakan hal yang tidak terelakkan lagi. Konektifitas dan ketersediaan layanan merupakan suatu parameter yang menjadi keniscayaan. Dalam kaitan dengan konektifitas, penemuan IPv4 telah mengubah wajah dunia. Dari yang semula hanya digunakan untuk kalangan militer, kini penggunaannya telah meluas dan mencakup seluruh dunia. Dengan adanya IPv4, seluruh dunia kini dapat saling terhubung dan saling bertukar informasi. Jarak bukan lagi menjadi penghalang bagi pengguna untuk saling berkomunikasi satu sama lain dan semua dapat dilakukan hanya dalam hitungan detik.

Sejarah TCP/IP dimulainya dari lahirnya ARPANET yaitu jaringan paket switching digital yang didanai oleh DARPA (Defence Advanced Research Projects Agency) pada tahun 1969. Sementara itu ARPANET terus bertambah besar sehingga protokol yang digunakan pada waktu itu tidak mampu lagi menampung jumlah node yang semakin banyak. Oleh karena itu DARPA mendanai pembuatan protokol komunikasi yang lebih umum, yakni TCP/IP. Ia diadopsi menjadi standard ARPANET pada tahun 1983. Untuk memudahkan proses konversi, DARPA juga mendanai suatu proyek yang mengimplementasikan protokol ini ke dalam BSD UNIX, sehingga dimulailah integrasi antara UNIX dan TCP/IP. Pada awalnya internet digunakan untuk menunjukan jaringan yang menggunakan internet protocol (IP) tapi dengan semakin berkembangnya jaringan, istilah ini sekarang sudah berupa istilah generik yang digunakan untuk semua kelas jaringan. Internet digunakan untuk menunjuk pada komunitas jaringan komputer worldwide yang saling terhubung dengan menggunakan protokol TCP/IP.

Ketersediaan layanan juga merupakan hal yang patut menjadi perhatian. Dengan semakin pesatnya pertumbuhan teknologi, maka mendorong pula permintaan akan ketersediaan layanan yang dapat berjalan di atas platform IPv4. Kini, hampir semua layanan yang dinikmati pengguna merupakan layanan berbasis IP.

Krisis IPv4

Continue reading

WIKILEAKS : Bad guy or good guy?

 

Wikileaks Logo

Belakangan ini nama Wikileaks membuat heboh dunia maya. Kemampuannya mengungkap rahasia-rahasia Amerika membuatnya menjadi “selebriti” dadakan di jagat maya. Amerika Serikat, sebuah negara adidaya seolah dibuat tak berkutik oleh Wikileaks ini. Satu persatu “borok-borok” Amerika mulai diungkap ke hadapan publik seolah menelanjangi negara Paman Sam tersebut. Dari mulai perjanjian dengan Belanda mengenai masalah nuklir, sampai kesepakatan dengan Raja Arab Saudi mengenai permasalahan Iran.

Amerika yang merupakan gudangnya Intel, tak mau tinggal diam. Rumah (baca: Server Amazon) tempat bernaung si Wikileaks ini pun mau tak mau harus mendepak tamunya tersebut. Kemudian pendiri Wikileaks sendiri saat ini tersangkut kasus pelecehan seksual dan sedang menunggu persidangan. Tapi saya sendiri tidak sepenuhnya yakin bahwa pendiri Wikileaks benar-benar tersangkut kasus tersebut, bisa saja ini merupakan taktik untuk menahan langkah Julian Assange supaya tidak bertindak lebih jauh. Karena jika  Julian Assange langsung ditahan, maka akan tampak sekali jika Amerika menyembunyikan sesuatu.

Seperti halnya di dalam sebuah film, selalu ada penjahat dan ada jagoannya. Saya mengandai-andai, jika kasus ini diangkat ke dalam sebuah film, kira-kira siapa ya, yang pantas untuk menjadi penjahatnya? Wikileaks atau Paman Sam? Jawaban saya adalah, tergantung siapa yang membuat film. Jika yang membuat film adalah Holywood, maka yang menjadi penjahatnya sudah pasti si Wikileaks, dengan alibi membahayakan keamanan nasional Amerika. Tapi jika yang membuat film adalah sineas indie, maka bisa jadi yang menjadi penjahat adalah si Paman Sam karena dianggap menghalang-halangi terungkapnya sebuah kebenaran.

Continue reading

Topologi Jaringan-2

Lanjutan dari bagian 1

3. Topologi Star (Bintang)

Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari terminal tengah ke setiap terminal atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.

Disebut topologi star karena bentuknya seperti bintang, sebuah alat yang disebut concentrator bisa berupa hub atau switch menjadi pusat, dimana semua komputer dalam jaringan dihubungkan ke concentrator ini.

Pada topologi Bintang (Star) sebuah terminal pusat bertindak sebagai pengatur dan pengendali semua komunikasi yang terjadi. Terminal-terminal lainnya melalukan komunikasi melalui terminal pusat ini.

Terminal kontrol pusat bisa berupa sebuah komputer yang difungsikan sebagai pengendali tetapi bisa juga berupa  “HUB” atau “MAU” (Multi Accsess Unit).

Bila menggunakan HUB maka secara fisik sebenarnya jaringan berbentuk topologi Bintang namun secara logis bertopologi Bus. Bila menggunakan MAU maka baik fisik maupun logis bertopologi Bintang.

Topologi Star

Kelebihan

  1. Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan terminal yang terpaut.
  2. Kegagalan pada satu komponen/terminal tidak mempengaruhi komunikasi terminal lain.
  3. Tingkat keamanan termasuk tinggi.
  4. Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
  5. Penambahan dan pengurangan terminal / komputer dapat dilakukan dengan mudah.
  6. Karena setiap komponen dihubungkan langsung ke simpul pusat maka pengelolaan menjadi mudah, kegagalan komunikasi mudah ditelusuri.

Kekurangan

  1. Memiliki satu titik kesalahan, terletak pada hub. Jika hub pusat mengalami kegagalan, maka seluruh jaringan akan gagal untuk beroperasi.
  2. Membutuhkan lebih banyak kabel karena semua kabel jaringan harus ditarik ke satu central point, jadi lebih banyak membutuhkan lebih banyak kabel daripada topologi jaringan yang lain.
  3. Jumlah terminal terbatas, tergantung dari port yang ada pada hub.
  4. Lalu lintas data yang padat dapat menyebabkan jaringan bekerja lebih lambat.

Continue reading

TOPOLOGI JARINGAN-1

Komputer sekarang ini sudah hampir menjadi kebutuhan pokok. Dengan adanya komputer, pekerjaan kita akan menjadi lebih mudah dan lebih cepat. Ketika berdiri sendiri saja, komputer sudah sangat membantu kita, apalagi ketika beberapa komputer dihubungkan maka segala sesuatunya akan menjadi lebih praktis dan lebih cepat. Komputer-komputer yang terhubung inilah yang nantinya disebut sebagai jaringan komputer. Kali ini saya akan mencoba berbagi mengenai beberapa bentuk / topologi dalam jaringan komputer. Untuk materinya saya kumpulkan dari internet dan sebagian lagi dari pengajar sewaktu mengikuti diklat.

Pengertian Jaringan Komputer

Sebelum memasuki mengenai topologi jaringan, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apakah itu jaringan komputer. Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Komputer-komputer yang terhubung satu sama lain ini  biasanya dibentuk berdasarkan pola-pola tertentu yang biasanya disebut sebagai sebuah topologi jaringan.

Pengertian Topologi Jaringan

Setelah mengetahui pengertian jaringan komputer, maka kini kita akan mengenal pengertian dari topologi jaringan. Topologi jaringan adalah suatu cara atau metode untuk menghubungkan perangkat telekomunikasi (komputer) yang satu dengan yang lainnya mengikuti sebuah pola atau aturan tertentu sehingga membentuk sebuah jaringan. Dalam suatu jaringan telekomunikasi, jenis topologi yang dipilih akan mempengaruhi kecepatan komunikasi. Untuk itu maka perlu dicermati mengenai kelebihan / keuntungan dan kekurangan / kerugian dari masing-masing topologi berdasarkan karakteristiknya. Jadi ketika akan  menerapkan sebuah topologi ke dalam jaringan Anda, kenali dulu infrastruktur serta hal-hal apa saja yang Anda butuhkan.

Macam-macam Topologi Jaringan

Continue reading