New Part Of Life – 2

Hari itu berjalan seperti biasa, terisi dengan rutinitas yang tidak terlalu istimewa. Selain melakukan troubleshooting dan monitoring, juga membuat sedikit dokumentasi. Cuaca di luar cukup panas, membuat orang-orang enggan untuk keluar meskipun sekedar mencari makan. Mereka lebih memilih memesan makan melalui Kang Iman, seorang pramubakti yang selalu setia dan rela kami repoti.

Ketika sedang asyik terlibat perbincangan dengan teman-teman seperjuangan, tiba-tiba telepon berdering. “Hallo, Mas diharap menghadap Bapak sekarang.” demikian suara dari seberang sana yang tidak lain tidak bukan adalah suara sekretaris pimpinan kami. Tanpa banyak cingcong, saya pun segera menuju asal panggilan tersebut berasal. Saat itu saya memang sedang diminta untuk membuat sebuah masukan untuk rencana pengembangan Data Center kami ke depan. Dalam benak saya, tentunya pembicaraannya tidaklah jauh-jauh dari hal tersebut. Saya pun segera merangkai kata dalam otak saya, agar ketika diutarakan dapat keluar secara terstruktur.

Saya ketuk pintu berwarna coklat itu perlahan, dan dengan hati-hati saya melangkah masuk. Sang Mbak Sekretaris pun segera mempersilahkan saya masuk ke ruangan Bapak Pimpinan kami.

“Ayo.. ayo silahkan masuk, silahkan duduk.” beliau menyambut saya.

Setelah melalui cerita dan penjelasan yang cukup panjang, beliau berkata, “Jadi gue akan mengusulkan elu untuk penempatan di Singapura. Ini masih bersifat usulan, jadi elu banyak berdoa, semoga semuanya lancar. Karena minggu depan akan ada rapat yang membahas hal ini. Mudah-mudahan nama lu bisa masuk.”

Saya mematung dan hanya bisa menjawab dengan kata-kata, “Baik. terima kasih, Pak”

Lu siap kan? Buat penempatan di sana?” beliau memastikan sekali lagi.

“Siap, Pak.” jawab saya singkat.

Setelah mohon diri, saya pun segera kembali ke ruangan kerja saya dan masih dengan pikiran yang berkecamuk tentunya. Saya tidak tahu mesti gembira, sedih, bingung, bahkan malah blank sama sekali. Apa yang diutarakan adalah sesuatu yang memang senantiasa kami nantikan. Namun saya tidak menyangka hal itu akan datang secepat ini.

Saya hanya bisa tenggalam dalam centang perenang alam pikiran saya sendiri. Ini merupakan pengalaman pertama bagi saya. Saya belum tahu apa saja yang mesti dipersiapkan, hal-hal apa saja yang harus dilakukan. Terima kasih untuk sahabat saya yang telah bersedia untuk menyimpan hal ini (paling tidak sampai waktu yang tepat untuk mengutarakannya:mrgreen: )

***

Hari-hari pun berlalu, sementara itu kabar burung mengenai siapa-siapa saja yang sudah mendapat pos mulai menyebar. Tidak terkecuali ada nama saya di sana. Namun seperti apa yang sudah dikatakan pimpinan kepada saya, maka saya pun menanggapinya dengan santai dan penuh kepolosan. Saya masih menyimpan untuk saya sendiri, dan biarlah seandainya teman-teman mengetahuinya pun bukan dari saya.

Sampai pada suatu hari, kami ber-lima belas dipanggil. Saat itulah momentum yang meyakinkan bagi saya, karena selembar kertas berwarna merah itu saya terima. Dan semenjak hari itu, semuanya berjalan begitu cepat, terlalu cepat malah. Rasanya waktu yang ada tidaklah cukup untuk mempersiapkan diri saya dan keluarga memasuki babak baru dalam kehidupan kami.😦

Selang beberapa hari sejak saya menerima kertas merah itu, saya langsung mengikuti orientasi dan pembekalan bersama seluruh kandidat dari satker lain. Dan di penghujung minggu pertama waktu orientasi, kabar gembira lainnya datang juga. Putri kedua kami telah lahir dengan selamat. Selepas orientasi, disambung lagi dengan pembekalan secara lebih khusus dalam satker kami. Begitulah, selain sibuk mempersiapkan dan meningkatkan kompetensi diri, saya juga harus tetap melengkapi berkas-berkas administrasi yang diperlukan termasuk keluarga dan nurse yang akan saya bawa nanti.

Tidak lupa pula mempersiapkan segala barang dan keperluan yang harus kami bawa. Kami akan pergi tidaklah sebentar, sekitar tiga tahun lamanya. Oleh karenanya kami benar-benar harus berhitung kira-kira barang apa sajakah yang harus kami bawa, dan ternyata itu banyak sekali mengingat kami baru saja memiliki bayi.😯

***

Tibalah hari yang dinanti setelah sekian waktu hidup dalam kegalauan. Kami memutuskan bahwa saya berangkat lebih dulu, baru keluarga menyusul kemudian. Kami pikir rencana ini adalah yang terbaik, karena selain dekat, saya juga bisa melakukan survei dan melihat kondisi tempat tujuan terlebih dahulu. Sehingga apabila memang ada yang kurang, istri saya masih bisa melengkapinya sementara berada di tanah air.😆

Satu bulan saya jalani seorang diri di negeri Singa. Setelah mendapat izin dari pimpinan, maka akhirnya tibalah waktu bagi saya untuk menjemput dan memboyong keluarga kecil kami ke Singapura. Jadi, mulai per tanggal 13 Juli 2013, kami sekeluarga memulai babak baru kehidupan kami di negeri Singa, Singapura.😎

Mudah-mudahan ke depannya akan banyak cerita yang bisa saya bagi di sini dan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.😳

New Part of Our Life Has Begun.:mrgreen:

4 thoughts on “New Part Of Life – 2

  1. Pingback: Merayakan Hari Raya Di Negeri Singa | Cagak Urip

  2. Pingback: Coloring Competition di Singapura | Cagak Urip

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s