P I N D A H A N

Buat teman-teman dan sahabat yang senantiasa berkunjung maupun yang baru pertama kemari, mulai hari ini diinfomasikan bahwa saya memindahkan aktivitas per-blogging-an saya ke alamat yang baru, yaitu:

http://cagakurip.com

Namun demikian blog ini masih tetap dapat diakses. Hanya saja beberapa waktu ke depan saya akan lebih fokus menulis di alamat yang baru. Bagi teman maupun sahabat blogger yang linknya sudah kecanthol di sini, secara otomatis akan saya pasang juga di rumah baru saya. Mengingat tidak semuanya aktif, maka saya akan pilih yang benar-benar masih dapat diakses saja. :mrgreen:

Jangan lupa mampir ke ‘rumah baru’ saya, mudah-mudahan di rumah baru nanti saya bisa lebih produktif dalam menulis, dan ‘kerasan’ di sana.

See you there… 😉

cagak urip

cagak urip

Advertisements

My Annual Report for 2013

Senangnya, ternyata tahun ini pun meski jarang nulis, tetap mendapatkan Annual Report dari si WordPress. 😳

Mendapat Annual Report ini sesuatu banget, karena bisa melihat kilas balik dunia per-blogging-an kita selama satu tahun kebelakang. Bagaimana dengan temen-teman?

Semoga tahun depan, eh, tahun ini menjadi lebih semangat dalam menulis. :mrgreen:

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 14,000 times in 2013. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 5 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Resolusi 2014

Awal tahun 2014 sudah di depan mata, tidak sampai satu bulan lagi kita akan memasuki tahun yang baru, sebuah lembaran baru dan babak baru dalam kehidupan kita. Setelah apa yang kita lalui selama setahun ini, tentunya tidak semua apa yang kita rencanakan dari tahun lalu dapat seluruhnya tercapai. Setelah kita melakukan instropeksi, maka kini saatnya kita menyusun rencana untuk tahun yang akan datang. Life must go on, we may not stop here right now, because time is still ticking.

Saya pun mengakui, bahwa sepanjang tahun 2013 aktivitas per-blogging-an saya lumayan stagnan cenderung pasif. Sangat sedikit sekali coretan yang saya hasilkan. Most of the time, saya habiskan dengan ber-hiatus ria. Kekurang produktifan saya sepanjang tahun ini akan saya jadikan salah satu resolusi untuk tahun depan. Saya harus lebih produktif  lagi dalam menulis. Amat disayangkan begitu banyak momen dalam kehidupan saya harus terlewatkan begitu saja, tanpa kesan dan tulisan apapun. Mungkin momen tersebut dapat saya abadikan ke dalam tulisan dan coretan saya di masa yang akan datang (mudah-mudahan tidak terlalu basi… 😳 )

Jadi, apa saja resolusi saya untuk tahun 2014? Mari kita simak satu per satu (gak banyak kok…. :mrgreen: ) Continue reading

Annual Report 2012

Akhirnya saya memiliki Annual Report sendiri. Meskipun agak sedikit memalukan karena sepanjang tahun 2012 saya terlalu pasif, namun sepertinya WordPress tetap menghargai dengan membuatkan sebuah annual report untuk blog saya yang sederhana ini. 😳

Bagi yang penasaran, silahkan lihat langsung saja di TKP.

Mudah-mudahan dengan adanya Annual Report ini akan memacu saya untuk lebih sering lagi meng-update rumah saya. Dan semoga semakin banyak informasi yang bisa saya sharing di sini. :mrgreen:

Buat yang penasaran, berikut saya buatkan screen shotnya:

Annual Report

Annual Report

HP Converged Cloud Summit 2012

Beberapa waktu yang lalu tepatnya pada tanggal 26 September 2012, HP sebagai salah satu perusahaan IT terbesar, mengadakan kegiatan HP Converged Cloud Summit di Ritz Carlton Hotel, Kuningan Jakarta. Maksud dan tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menyongsong era cloud computing yang saat ini sedang menjadi salah satu opsi favorit dalam pengembangan data center. Selain itu, peserta yang hadir juga diharapkan supaya dapat mengetahui solusi konvergensi infrastruktur HP dan pengetahuan yang mendalam tentang konvergensi infrastruktur cloud HP dalam memenuhi permintaan user akan data, aplikasi dan konten digital serta bagaimana caranya agar dapat menciptakan nilai bisnis dengan konvergensi sistem cloud dan teknologi cloud terbaru.

HP Cloud

HP Cloud

Dalam kegiatan ini juga melibatkan beberapa rekanan dari HP seperti Brocade, VMware, dan Intel. Kegiatan seminar ini diselenggarakan dengan metode presentasi dan diskusi panel yang sangat interaktif. Bahkan dalam salah satu sesi presentasi, menggunakan animasi mirip seperti hologram. Widih, keren banget deh!!! 😆

Kegiatan ini didukung oleh beberapa narasumber yang sekaligus memberikan presentasi, diantaranya:

  1. Michael Barnes, Vice President & Research Director – Forrester Asia Pacific.
  2. Anoop Kumar Ravindranath, Converged Cloud – HP Asia Pacific & Japan.
  3. Yadi Karyadi, Business Development Manager – Intel Indonesia.
  4. Matthew Yeo, Solution Architect – HP.
  5. Trigantoro Bramaningtyas, Enterprise Architect – HP Indonesia.
  6. Oki Purwana, System Consultant – Vmware Indonesia dan Antonni, Thin Client Product Manager – HP Indonesia.

Pada sesi pertama, Michael Barnes, Vice President & Research Director – Forrester Asia Pacific memberikan presentasi mengenai The Need for Convergence. Menurut Michael Barnes, cloud computing bukanlah sebuah teknologi terapan, melainkan sebuah bussiness process (proses bisnis). Sebagai sebuah proses bisnis, maka cloud computing tidak akan pernah ada akhirnya dan akan terus berinovasi. Kadang terdapat perbedaan persepsi antara seorang CIO (Chief Information Officer) dari sisi solusi teknologi dengan pihak manajemen.

Michael Barnes menjelaskan bahwa harus digunakan sebuah pemahaman yang dapat menjembatani antara kepentingan manajemen yang ingin mengedepankan efektivitas dan efisiensi dengan teknologi yang ingin diterapkan oleh seorang CIO. Pada dasarnya semua pihak tentunya ingin memberikan yang terbaik kepada insitusi tempat mereka bekerja. Hanya saja dalam prosesnya kadang  terdapat perbedaan persepsi tentang apa yang akan dilakukan. Sebagai seorang CIO harus dapat meyakinkan manajemen bahwa dengan menerapkan cloud computing akan memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap proses bisnis. Sebagai penyedia layanan, tentunya kita harus memberikan yang terbaik bagi user, seperti misalnya mobilitas yang tinggi, teknologi yang fleksibel, availability, dan skalabilitas yang tinggi.

Tidak dapat dipungkiri bahwa ketika berbicara mengenai cloud computing terutama jika ingin membuat private cloud, dibutuhkan sebuah investasi yang tidak sedikit yang dapat membuat pihak manajemen keberatan dengan opsi ini. Namun sebagai seorang CIO, kita harus dapat memberikan pandangan kepada pihak manajemen bahwa investasi yang kita keluarkan ini akan mengarah kepada peningkatan layanan kepada user. Selain itu, jika dihitung dalam jangka panjang maka dengan penerapan cloud computing akan memangkas Operational Expendable yang sangat signifikan.

Untuk melakukan migrasi dari sistem konvensional ke cloud computing, ada beberapa tahapan yang harus dilalui, antara lain: Continue reading

Launching Windows Server 2012

September ceria, seperti itulah kira-kira lagu yang tepat untuk menggambarkan perasaan saya saat ini. Karena apa? Nanti akan kita temukan jawabannya di bawah. Tanggal 19 September 2012 kemarin Microsoft Indonesia telah mengadakan Launching Windows Server 2012 di Balai Kartini, Jakarta. Event ini diikuti pula oleh beberapa sponsor antara lain, Fujitsu, NetApp, Cisco, VEEAM, dan beberapa Authorized Training Partner seperti Master System, Kairos, Inversion, Inixindo dan masih banyak lagi. Saya sendiri termasuk tamu tak diundang, karena yang mendapat undangan adalah 3 orang teman saya, yaitu Dimas, Puspa, dan Ayi. Untungnya saya masih bisa melakukan pendaftaran langsung di bagian registrasi yang dilayani oleh mbak-mbak yang sangat cantik.

Acara launching ini berlangsung cukup meriah dan banyak sekali door prize serta suvenir yang dibagikan. Masing-masing booth sponsor pun menawarkan beberapa suvenir cantik. Acara diawali dengan Weloming Remarks oleh Andreas Diantoro, Presiden Director of Microsoft Indonesia dan dilanjutkan dengan live demo oleh Takeshi Numoto, Corporate Vice President, Server & Tools Marketing Microsoft Corporation. Beranjak siang, acara diteruskan dengan diskusi panel antara pihak Microsoft dengan beberapa customer terkemuka.

Setelah makan siang, acara dibagi ke dalam 2 track. Track pertama berisi materi yang lebih bernuansa teknis, lebih terarah kepada seorang CIO dan Administrator dan mengupas habis mengenai virtualisasi serta cloud ready-nya Microsoft. Sedangkan track kedua lebih mengarah kepada sisi manajemen dan end user, serta beberapa fitur unggulan dari Windows 8.

Di setiap akhir track diadakan undian door prize dengan mengambil kartu yang sudah dikumpulkan sebelumnya. Doorprize yang diperebutkan antara lain: backpack, sling bag, jaket, Nokia Lumia 900, Nokia Lumia 800, external harddisk, dan printer laser jet. Sayang, sampai 6 track dilalui tak satupun suvenir yang saya dapatkan. Jadi saya berjuang dari booth ke booth untuk mendapatkan suvenir, meskipun itu berarti saya harus “berkorban” banyak kartu nama. :mrgreen: Selain doorprize di atas, ternyata dengan mengirimkan tweet yang menyertakan hashtag #WS2012JKT juga berkesempatan mendapatkan suvenir cantik dari Microsoft. Untuk yang ini saya dan teman-teman termasuk beruntung karena mendapatkan suvenir.

Hasil Buruan

Continue reading

Berkenalan Dengan Cloud Computing

Cloud Computing

Cloud Computing

Akhir-akhir ini kita tentunya seringkali mendengar tentang istilah cloud computing, dan menjadi sesuatu yang sangat booming. Namun apa sebenarnya cloud computing itu, akan saya coba sharing di sini. Bila masih ada kekurangan mohon untuk dapat dimaklumi, karena saya sendiri juga masih perlu banyak belajar.

Sejarah Cloud computing

Sejarah Cloud computing berawal dari tahun 1960-an, saat John McCarthy, pakar komputasi MIT yang dikenal juga sebagai salah satu pionir intelejensia buatan, menyampaikan visi bahwa “suatu hari nanti komputasi akan menjadi infrastruktur publik seperti listrik dan telepon”. Namun baru di tahun 1995 lah, Larry Ellison, pendiri Oracle , memunculkan ide “Network Computing” sebagai kampanye untuk menggugat dominasi Microsoft yang saat itu merajai desktop computing dengan Windows 95-nya.

Larry Ellison menawarkan ide bahwa sebetulnya user tidak memerlukan berbagai software, mulai dari Sistem Operasi dan berbagai software lain yang dimasukkan ke dalam PC Desktop mereka. PC Desktop bisa digantikan oleh sebuah terminal yang langsung terhubung dengan sebuah server yang menyediakan environment yang berisi berbagai kebutuhan software yang siap diakses oleh pengguna.

Ide “Network Computing” ini sempat menghangat dengan munculnya beberapa pabrikan seperti Sun Microsystem dan Novell Netware yang menawarkan Network Computing Client sebagai pengganti desktop.

Popularitas Cloud computing semakin menjulang saat di awal 2000-an, Marc Benioff seorang mantan Vice Precident di Oracle, meluncurkan layanan aplikasi CRM dalam bentuk Software as a Service, Salesforce.com, yang mendapatkan sambutan sangat baik dari para pengguna. Dengan misinya yang terkenal yaitu “The End of Software”, Benioff bisa dikatakan berhasil mewujudkan visi atasannya di Oracle, Larry Elisson, tentang Network Computing yang akhirnya menjadi kenyataan satu dekade kemudian.

Selanjutnya jargon Cloud computing bergulir seperti bola salju menyapu dunia teknologi informasi. Dimulai di tahun 2005, mulai muncul inisiatif yang didorong oleh nama-nama besar seperti Amazon.com yang meluncurkan Amazon EC2 (Elastic Compute Cloud), Google dengan Google App Engine-nya, tak ketinggalan raksasa biru IBM meluncurkan Blue Cloud Initiative dan lain sebagainya.

Faktor Pendorong

Tren perkembangan dunia komputer telah berubah sejak satu dekade terakhir. Komputer terutama server yang pada awalnya berukuran besar semakin ke sini semakin kecil dan ringkas. Sampai saat ini server yang terbilang cukup ringkas adalah jenis blade server. Perubahan ini tidak lepas dari adanya penemuan dan kemajuan dalam bidang processor. Sejak ditemukannya nano technology, telah merubah platform CPU menjadi sebuah sistem yang sangat ringkas dari segi fisiknya.

Faktor yang turut mempengaruhi adalah adanya pemanasan global yang diakibatkan oleh emisi gas buang serta kalor yang dihasilkan oleh seluruh aktivitas manusia. Emisi gas buang yang dihasilkan dari industri, kendaraan bermotor, dan aktivitas lainnya sangat berpotensi merusak lapisan ozon kita. Akibat dari hal itu adalah sinar matahari langsung masuk menembus hingga ke permukaan bumi yang pada akhirnya akan meningkatkan suhu di permukaan bumi. Untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, maka kini manusia berlomba-lomba menciptakan teknologi yang ramah lingkungan alias Green Technology.

Continue reading