Awas, IPv4 Habis!!!

Pada tanggal 12 Mei 2011 kemarin saya diutus oleh kantor untuk menghadiri seminar yang diselenggarakan di Yogyakarta oleh Kemenkominfo mengenai Krisis IPv4 dan Implementasi IPv6. Kemenkominfo selaku penyelenggara sekaligus sebagai lembaga pemerintah yang berkaitan erat dengan permasalahan ini merasa perlu untuk mensosialisasikan bahwa sebentar lagi, IPv4 di dunia ini akan ‘HABIS’. Berikut ini oleh-oleh saya dari sana untuk para sahabat di dunia maya, semoga bermanfaat.:mrgreen:

Kondisi Dunia Saat Ini

Pertumbuhan dunia teknologi khususnya dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah mencapai tahapan yang luar biasa. Pertumbuhan yang ada ini didukung oleh berbagai aspek, baik dari sisi hardware maupun software. Dari sisi hardware, adanya penemuan di bidang teknologi semikonduktor memberikan akselerasi yang sangat signifikan dalam mendukung proses data yang membutuhkan kecepatan tinggi. Di sisi software, adanya diversifikasi software dapat memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk memilih layanan apa yang paling sesuai bagi mereka.

Derasnya kebutuhan akan informasi di era sekarang ini merupakan hal yang tidak terelakkan lagi. Konektifitas dan ketersediaan layanan merupakan suatu parameter yang menjadi keniscayaan. Dalam kaitan dengan konektifitas, penemuan IPv4 telah mengubah wajah dunia. Dari yang semula hanya digunakan untuk kalangan militer, kini penggunaannya telah meluas dan mencakup seluruh dunia. Dengan adanya IPv4, seluruh dunia kini dapat saling terhubung dan saling bertukar informasi. Jarak bukan lagi menjadi penghalang bagi pengguna untuk saling berkomunikasi satu sama lain dan semua dapat dilakukan hanya dalam hitungan detik.

Sejarah TCP/IP dimulainya dari lahirnya ARPANET yaitu jaringan paket switching digital yang didanai oleh DARPA (Defence Advanced Research Projects Agency) pada tahun 1969. Sementara itu ARPANET terus bertambah besar sehingga protokol yang digunakan pada waktu itu tidak mampu lagi menampung jumlah node yang semakin banyak. Oleh karena itu DARPA mendanai pembuatan protokol komunikasi yang lebih umum, yakni TCP/IP. Ia diadopsi menjadi standard ARPANET pada tahun 1983. Untuk memudahkan proses konversi, DARPA juga mendanai suatu proyek yang mengimplementasikan protokol ini ke dalam BSD UNIX, sehingga dimulailah integrasi antara UNIX dan TCP/IP. Pada awalnya internet digunakan untuk menunjukan jaringan yang menggunakan internet protocol (IP) tapi dengan semakin berkembangnya jaringan, istilah ini sekarang sudah berupa istilah generik yang digunakan untuk semua kelas jaringan. Internet digunakan untuk menunjuk pada komunitas jaringan komputer worldwide yang saling terhubung dengan menggunakan protokol TCP/IP.

Ketersediaan layanan juga merupakan hal yang patut menjadi perhatian. Dengan semakin pesatnya pertumbuhan teknologi, maka mendorong pula permintaan akan ketersediaan layanan yang dapat berjalan di atas platform IPv4. Kini, hampir semua layanan yang dinikmati pengguna merupakan layanan berbasis IP.

Krisis IPv4

Di Indonesia, badan yang mengatur penggunaan IP ditangani oleh suatu organisasi yang merupakan sub-sevice dari APNIC (Asia Pacific Network Information Center) yaitu IDNIC (Indonesia Network Information Center). IDNIC melayani dua hal, antara lain:

  • Alokasi IP Address (IPv4 dan IPv6) dan AS number
  • Pendaftaran Reverse-DNS, AS-Set, Route Object, Maintener Object

Layanan dari IDNIC di atas diberikan kepada anggota APJII (NAP dan ISP), Lembaga Pemerintahan, Perusahaan, dan Lembaga Pendidikan.

IP versi 4 panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4 (karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah 256x256x256x256= 4.294.967.296 host, dan jumlah pengguna IP v 4 di dunia saat ini sudah mendekati angka tersebut.

IANA (Internet Assigned Number Authority) adalah sebuah organisasi yang didanai oleh pemerintah Amerika Serikat untuk menangani masalah penetapan parameter protokol internet, seperti ruang alamat IP, dan Domain Name System (DNS). Pada tahun 2009, IANA memprediksi bahwa pada pertengahan tahun 2012 IP versi 4 akan habis. Namun pada 31 Januari 2011, ternyata IANA telah kehabisan Blok IP yang dialokasikan untuk RIR (Regional Internet Registry). Dan pada 15 April 2011, APNIC hanya memiliki 1 buah blok IP /8 untuk dialokasikan. Dan pada bulan Juni 2011, IPv4 di dunia dapat dipastikan sudah habis terpakai.

Hal-hal yang menjadi penyebab habisnya alokasi IPv4 antara lain:

  1. Seluruh perangkat komunikasi saat ini berbasis IP.
  2. Saat ini para provider memberikan layanan Broadband, di mana pengguna akan selalu terhubung dengan sentral tidak seperti pada layanan dial-up.
  3. Pengguna internet bertambah dengan pesat, terutama di negara berkembang.
  4. Pada awalnya, banyak perusahaan yang mendapatkan blok IP /8 (Class A) atau /16 (Class B) sehingga pemakaian IPv4 kurang efisien.
  5. Dengan ditemukannya teknologi virtualisasi, maka dalam satu perangkat seolah-olah terdapat beberapa mesin yang masing-masing mendapatkan IP address sendiri.

Pertumbuhan alokasi IPv4 di Asia Pasifik lebih besar daripada kawasan-kawasan lainnya di dunia, hal ini disebabkan masih banyaknya negara-negara berkembang di kawasan ini. Pertumbuhannya dapat dilihat melalui grafik dibawah ini:

Grafik 1. Alokasi IPv4 per kawasan di dunia

Grafik 2. Alokasi IPv4 di Indonesia

Nah, setelah mengetahui fakta-fakta di atas, maka sudah semestinya kita mewaspadai apakah sudah siap atau belum dalam menyambut perubahan ini. Menurut beberapa sumber, beberapa situs besar akan menerapkan native IPv6, dan ini berarti bahwa kita yang masih berada di atas platform IPv4 akan menemui sedikit kesulitan ketika akan mengakses situs-situs tersebut. Oleh karena itu, krisis IPv4 ini adalah sesuatu yang pasti, dan migrasi ke IPv6 adalah sebuah kebutuhan, dan bukanlah hanya merupakan trend. Jadi mari kita persiapkan diri kita untuk menyambut perubahan. Memang pada awalnya akan terasa sulit beradaptasi dari IPv4 yang berjumlah 32 bit ke IPv6 yang berjumlah 128 bit. Namun setelah kita berkenalan dan berinteraksi, saya yakin itu tidak sesulit yang dibayangkan kok:mrgreen:

Jadi, Good bye IPv4, and Welcome IPv6…. Welcome Future Technology…😎

3 thoughts on “Awas, IPv4 Habis!!!

    • @aiwulfric : Iya betul sekali Ai…😯

      @kodok : bisa saja, tapi kalau dilihat dari bilangan ipv6 yang mencapai triliun trilun triliun (undecilion), maka silahkan dikira-kira sendiri habisnya kapan… :p:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s