Benarkah Jakarta Akan Tenggelam???

Akhir-akhir ini kita dihebohkan oleh pemberitaan yang menyebutkan bahwa Jakarta akan tenggelam pada tahun 2030. Bahkan isu berlanjut pada opini mengenai pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan. Berbagai ahli dan narasumber  didatangkan dari mana-mana demi membahas masalah yang sedang hangat tersebut. Berbagai data dan fakta diajukan, berbagai opini dilontarkan, dan yang pasti semua itu membuat kita terutama yang tinggal di Jakarta akan kebingungan dan kelimpungan.😦

Sebenarnya saya juga sudah pernah mendengar isu itu jauh sebelum menjadi booming seperti sekarang ini. Ada ayah dari seorang teman saya yang memiliki sedikit ‘kemampuan khusus‘, pernah mengingatkan, “Kalau kerja di Jakarta jangan lama-lama, Le. Soale Jakarta suk mben arep keleleb (soalnya Jakarta besok akan tenggelam).” 😯

Pada waktu itu saya tidak ambil pusing karena saya masih tinggal di Metro, Lampung. Namun, sekarang ini saya bekerja di Jakarta, nah baru mulai ketar-ketir deh. Selain itu banyak sekali kejadian yang membuat saya mulai khawatir akan kebenaran isu tersebut. Dari mulai kemacetan yang parah, banjir tahunan, rob yang menyerang pesisir utara Jakarta, sampai amblesnya jalan RE. Martadinata di sekitaran Tanjung Priok. Semua kejadian itu seolah menjadi pertanda bahwa Ibu Kota RI ini memang sudah tidak ramah lagi untuk ditinggali.😥

Banjir Jakarta

Banjir Jakarta

Tidak ada asap kalau tidak ada api, itulah perumpamaan yang tepat untuk kondisi Jakarta saat ini. Kejadian-kejadian akhir-akhir ini merupakan akumulasi dari kesalahan yang sudah kita perbuat dari zaman kakek nenek kita dulu. Semua itu datangnya tidak tiba-tiba, perlahan namun pasti hanya kita saja yang tidak menyadarinya. Beberapa hal yang turut menyumbang terjadinya bencana di Jakarta, antara lain :

1.  Sistem tata kota yang tidak baik, terutama untuk masalah drainase

Drainase di Jakarta sudah tidak mampu lagi menyokong kehidupan di atasnya. Selokan-selokan yang ada di Jakarta sudah penuh dengan sampah dan sudah tidak jelas lagi arah alirannya, sehingga terkadang akhirnya tumpah ke jalan-jalan ketika musim hujan tiba. Untuk sistem drainase ini seharusnya dipikirkan sejak dulu, ketika memutuskan bahwa Jakarta akan menjadi Ibu Kota Negara, sehingga tidak menjadi masalah seperti sekarang ini.

Selain itu kesadaran yang masih minim dari masyarakat untuk tidak membuang sampah ke selokan atau sungai, serta bertempat tinggal di bantaran sungai karena hal ini akan menghambat lajunya air yang mengalir di sepanjang sungai.😦

2.  Ruang terbuka hijau yang minim dan kurangnya daerah resapan air

Sepertinya pemerintah terutama Pemda Jakarta lebih memilih meraup pundi-pundi rupiah ketimbang memikirkan kelangsungan hidup kota Jakarta. Hal ini dapat dilihat dari makin banyaknya gedung-gedung bertingkat yang semakin mempersempit ruang terbuka hijau dan daerah resapan air. Gedung-gedung tersebut tentu lebih menggiurkan karena akan menghasilkan rupiah yang luar biasa dari pajak dan perizinannya dibandingkan membangun taman / hutan kota yang “hanya” menghasilkan Oksigen dan berfungsi sebagai daerah resapan air.😈

Jakarta yang seolah memiliki magnet begitu kuat membuat para penduduk dari daerah berbondong-bondong menuju Jakarta tanpa kejelasan nasib. Orang-orang ini akhirnya tinggal secara apa adanya di daerah-daerah yang terlihat masih kosong, meskipun lahan tersebut  bukan untuk hunian. Inilah yang membuat Jakarta semakin sesak dan padat.

3.  Pengeboran air tanah secara besar-besaran

Pengambilan air tanah secara besar-besaran berakibat pada berkurangnya kekuatan lempeng bumi dalam menopang lapisan yang ada di atasnya. Jangan heran kalau suatu saat Jakarta ambles ditelan bumi, karena sudah tidak ada lagi yang menopang di bawahnya. Untuk masalah air tanah ini juga terkait dengan ketersediaan air bersih di Jakarta yang sudah semakin langka. Air dari PDAM kualitasnya tidak bagus, sehingga banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan sumur bor. Selain itu para developer, juga menggunakan air tanah ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih para pelanggannya. Bisa dibayangkan berapa banyak air tanah yang diambil untuk memenuhi kebutuhan penghuni apartemen-apartemen yang megah di Jakarta itu? 🙄

4.  Pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan

Wajah Jakarta memang sudah berubah, sudah tidak seperti dulu lagi. Pembangunan di Jakarta sangat pesat, mungkin karena statusnya sebagai Ibu Kota yang dengan dengan pusat pemerintahan sehingga segala kebijakan bisa langsung dilaksanakan. Yang disayangkan adalah kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan seringkali tidak beroientasi kepada lingkungan melainkan lebih kepada profit semata. Akibatnya adalah segala infrastruktur dapat dipenuhi namun semua itu tidak berwawasan lingkungan, sehingga akhirnya malah membahayakan kelangsungan kota itu sendiri.

5.  Polusi yang luar biasa dari kendaraan bermotor

Jika kita pergi ke Jakarta jangan heran jika mulai memasuki daerah perbatasan saja sudah disambut dengan kemacetan. Ditambah lagi dengan asap yang mengepul dari Metro Mini atau Kopaja yang sering mengambil jalan seenaknya sendiri.😡 Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang beraktivitas atau tinggal di Jakarta tingkat stressnya lebih tinggi, serta rentan terhadap penyakit. Hal ini dapat dimaklumi karena begitu banyak zat-zat toxic yang berterbangan di udara Jakarta. Mulai dari asap kendaraan, uap dari zat-zat berbahaya di sungai, sampai asap rokok dari orang-orang yang tidak peduli ketika ada di fasilitas umum. :x  Jika Anda melihat langit Jakarta pada waktu pagi hari, maka akan tampak langit yang keruh, lebih seperti mendung, itu adalah partikel-partikel polutant yang bergelayut di angkasa.

Mungkin itulah sebagian kecil dari penyebab bencana-bencana yang terjadi di Jakarta akhir-akhir ini. Saya menulis ini bukan untuk menjatuhkan pihak-pihak tertentu, melainkan hanyalah tulisan dari seorang anak bangsa yang merindukan Jakarta yang nyaman untuk ditinggali. Saya rindu Jakarta yang rapi, bebas macet, bebas banjir, bersih, bebas polusi, bebas sampah, aman, dan nyaman. Ini bukan saja merupakan PR bagi pemerintah, melainkan PR bagi kita semua. Marilah kita jaga lingkungan kita, mulailah dari lingkungan yang terkecil, yaitu keluarga. Jika masing-masing dari kita sudah peduli terhadap lingkungan, maka cepat atau lambat kita pun akan memetik hasilnya. Kita menyayangi alam, maka alam pun akan menyayangi kita pula.😉

Sebagai penutup, dibawah ini saya berikan foto-foto wajah Jakarta dulu dan sekarang, lihat sendiri perbedaannya.:mrgreen:

Pancoran Tempo Doeloe

Pancoran Masa Kini

Salemba Tempo Doeloe

Salemba Masa Kini

Artikel ini diikutsertakan dalam Beat Blog Writing Contest, mohon dukungannya yah…:mrgreen:

 

15 thoughts on “Benarkah Jakarta Akan Tenggelam???

  1. dan semua hal itu dilakukan oleh para kaum egois di jakarta…:mrgreen:
    kasian jakarta..
    tp dengan sgala minusnya, sepertinya banyak yg ‘terpaksa’ betah menetap di jakarta..😀

  2. sebenarnya dahulu kala si belanda uda menata kota ini denganbaik mas, drainase, daerah resapan dan tata kota.. namun apa yg telah di tata dan siapkan oleh mereka zaman dulu, di abaikan dan di jadikan tempat tinggal.. sehingga jadi lha seperti hal nya diatas..

    klo ibu kota pindah? ga kebayang deh mas… kita ikutan pindah sekantor..😦

  3. waktu anak2 asri jogya menaikkan lempeng demi lempeng patung di pancoran dan dilas aku belum tahu mana2.sekarang disekitar patung itu jalan bertumpuk dan macet terus, lihat gambar lama sedih. btw terima kasih tulisannya mas .salam kenal ya.

  4. Pingback: Network Gathering By VHR Media « Another Star Zone

  5. Kemungkian besar iya, jakarta bakal tenggelam, apalagi melihat ulah pemimpinnya yang beda kata dengan perbuatan dan pembiaran terhadap apa pun yang dilakukan rakyatnya, kecuali yang menyangkut kepentingan penguasa.

  6. Pingback: Jakarta Banjir, Salah Siapa? | Cagak Urip

  7. entah bagai mana caranya agar saudara-saudara yang ada di jakarta mengerti pentingnya menjaga lingkungan. edukasi macam apa lagi yang mesti diberikan agar mampu memelihara keseimbangan alam.
    beberapa hari lalu saya berjalan2 ke arah tanjung priok subahanaulloh saya membayangkan apakah benar jakarta akan tenggelam, air sudah mulai menggenagi jalan raya yang saya lalui bebrapa hari lalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s