Gara-gara Varicella

Cacar Air

Sabtu minggu lalu, tiba-tiba badan saya demam, badan saya meriang dan kepala saya mendadak pusing. Hampir seharian saya meringkuk di kamar tak beranjak sedikitpun dari tempat tidur. Padahal biasanya apabila sakit, saya pakai tidur barang sejam atau dua jam juga sudah sembuh. Ternyata kali ini berbeda, sudah hampir seharian saya tidur namun tidak berkurang juga. Akhirnya saya putuskan untuk pergi ke klinik terdekat dengan rumah. Meski agak sempoyongan, saya paksakan juga untuk mengendarai motor ke klinik tersebut.

Setelah diperiksa, dokter tersebut mengatakan kalau saya terkena cacar air atau Varicella Simplex. Terus terang saya tidak terlalu terkejut atas keterangan dokter tersebut, karena sekitar dua minggu yang lalu, putri kami juga terkena penyakit yang sama. Berdasarkan informasi yang saya peroleh, orang-orang yang senantiasa berada di dekat penderita dapat dengan mudah ketularan apalagi jika dalam seumur hidupnya belum pernah terkena penyakit tersebut. Dan sialnya saya dari kecil belum pernah terkena cacar air atau varicella simplex ini. Konon, orang yang sudah pernah terkena, secara otomatis tubuh akan membentuk zat antibodi terhadap virus ini, sehingga kemungkinan untuk terkena kembali sangat kecil. Namun hal ini masih menjadi perdebatan, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa seseorang dapat saja terkena cacar lebih dari satu kali dalam seumur hidupnya. Menurut pendapat saya, keduanya ada benarnya tapi yang terpenting adalah bagaimana kondisi tubuh saat itu. Jika memang kondisi tubuh kita saat masa inkubasi dalam kondisi fit, maka meskipun kita belum pernah terkena cacar, virus tersebut akan sulit untuk masuk ke dalam tubuh kita. Demikian pula seandainya kita sudah pernah terkena namun saat masa inkubasi stamina kita sedang drop, maka antibodi yang sudah dimiliki tubuh pun menjadi tak berarti.😉

Varicella simplex ini disebabkan oleh virus Varicella-zoster dan penularannya secara aerogen. Masa inkubasi dari penyakit ini sekitar 2 sampai 3 minggu. Pada permulaannya, penderita akan merasa sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan pada kulit yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah.

Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi.

Lain halnya jika lenting cacar air tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk lebih dalam sehingga akan mengering lebih lama. Kondisi ini memudahkan infeksi bakteri terjadi pada bekas luka garukan tadi. Setelah mengering bekas cacar air tadi akan menghilangkan bekas yang dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau dewasa muda, bekas cacar air akan lebih sulit menghilang. Jadi yah, saat ini saya tinggal terima nasib saja. Kalau bekasnya bisa hilang syukur, kalau tidak ya mau bagaimana lagi…😥

Untuk penderita sebaiknya dikarantina paling tidak selama 5 hari setelah ruam mulai muncul dan sampai semua lepuh telah berkeropeng. Selama masa karantina sebaiknya penderita tetap mandi seperti biasa, karena kuman yang berada pada kulit akan dapat menginfeksi kulit yang sedang terkena cacar air. Untuk menghindari timbulnya bekas luka yang sulit hilang sebaiknya menghindari pecahnya lenting cacar air. Ketika mengeringkan tubuh sesudah mandi sebaiknya tidak menggosoknya dengan handuk terlalu keras. Untuk menghindari gatal, sebaiknya diberikan bedak talk yang mengandung menthol sehingga mengurangi gesekan yang terjadi pada kulit sehingga kulit tidak banyak teriritasi. Untuk yang memiliki kulit sensitif dapat juga menggunakan bedak talk salycil yang tidak mengandung mentol. Pastikan  juga selalu mengonsumsi makanan bergizi untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit itu sendiri. Konsumsi buah- buahan yang mengandung vitamin C seperti jambu biji dan tomat merah yang dapat dibuat juice.

Varicella ini sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan adanya serangan berulang saat individu tersebut mengalami panurunan daya tahan tubuh. Penyakit varicella dapat diberi penggobatan “Asiklovir” berupa tablet 800 mg per hari setiap 4 jam sekali (dosis orang dewasa, yaitu 12 tahun ke atas) selama 7-10 hari dan salep yang mengandung asiklovir 5% yang dioleskan tipis di permukaan yang terinfeksi 6 kali sehari selama 6 hari. Larutan “PK” sebanyak 1% yang dilarutkan dalam air mandi biasanya juga digunakan.

Setelah masa penyembuhan varicella, dapat dilanjutkan dengan perawatan bekas luka yang ditimbulkan dengan banyak mengonsumsi air mineral untuk menetralisir ginjal setelah mengonsumsi obat. Konsumsi vitamin C plasebo ataupun yang langsung dari buah-buahan segar seperti juice jambu biji, juice tomat dan anggur. Vitamin E untuk kelembaban kulit bisa didapat dari plasebo, minuman dari lidah buaya, ataupun rumput laut. Penggunaan lotion yang mengandung pelembab ekstra saat luka sudah benar- benar sembuh diperlukan untuk menghindari iritasi lebih lanjut.

Setelah hampir seminggu kini wajah saya dipenuhi bopeng-bopeng bekas cacar, sedangkan di bagian tubuh, lenting-lenting tersebut sudah mulai memasuki fase pembentukan krusta atau keropeng. Yah, mudah-mudahan cacar air ini tidak meninggalkan bekas yang terlalu banyak. Hampir seminggu pula saya harus ijin dari kantor dan berdiam diri di rumah, bersemadi di dalam kamar. Dan taaraaa…. jadilah artikel ini…:mrgreen:

Jadi bagi Anda yang sedang terkena cacar air, tenang saja, this is not the end of the world, seiring perjalanan waktu bekas itu akan memudar (semoga😳 ). Dan jangan sampai tergoda untuk memecahkan lenting-lenting cacar Anda jika tidak ingin meninggalkan luka yang lebih dalam. Perbanyaklah makan buah dan sayuran untuk merevitalisasi dan meningkatkan stamina tubuh kita.

Catatan dari saya: memang lebih enak kena cacar air tuh pas waktu kecil ya!!!:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s