Penghuni Baru

Di posting sebelumnya saya pernah menulis, bahwa banyak yang terjadi dalam hidup saya, baik yang menyenangkan maupun tidak. Untuk kali ini saya coba menuliskan hal-hal yang menyenangkan, ringan, dan tidak terlalu penting juga sih sebenarnya. Sekitar enam bulan yang lalu penghuni rumah kami bertambah. Siapakah mereka? Mereka adalah si imut dan gempal Cenut dan Cenit (terinspirasi dari lagunya SM#SH).

Awal mulanya adalah ketika saya sedang membersihkan segala sesuatu yang teronggok di samping rumah, saya mendengar suara ciit…ciit..ciit… dari dalam karung yang berisi pupuk kandang. Wah, ada tikusnya nih (langsung ‘agak’ panik :oops:). Segera saya ambil sepotong kayu, saya tusuk-tusuk dengan sekuat tenaga sampai suara itu tidak terdengar lagi. (wah sadis!!!:mrgreen: ) Setelah tidak ada suara, saya bawa karungnya ke jalan, lalu saya tuang isinya, WOW!!! ternyata ada 4 anak tikus curut di situ, (agak bergidik, bulu kuduk berdiri semua) Dua diantaranya sudah mati namun yang dua lagi masih hidup😥

Ketika akan dibuang, putri saya bertanya, “Itu apa, Pak?”

“Anak tikus curut, mau Bapak buang.”

“Mau liat, Pak. Jangan dibuang dulu!” pintanya dengan nada sedikit merajuk.

“Duh, mau buat apa? Kan jorok, bau lagi!” jawab saya, berharap supaya dia mengurungkan niatnya.

Tapi saya tidak berhasil. Akhirnya saya masukkan ke dalam plastik, dan diletakkan di teras. Ternyata Nasywa tertarik bunyinya, karena ketika plastiknya disenggol, anak tikus itu langsung mendecit, cit… cit… cit…

Untuk mengalihkan perhatiannya, akhirnya saya memberikan penawaran, “Mbak Nasywa, memangnya pengen binatang peliharaan ya?”

“Iya, Pak. Mbak Awa mau!!!” jawabnya dengan mata yang berbinar-binar.

“Ya sudah, kalo gitu nanti habis bobo siang kita jalan-jalan cari binatang peliharaan ya? Tapi ini anak tikusnya Bapak buang, gimana? Boleh?”

“Boleh, Pak. Tapi nanti sore jangan lupa ya…”

“Oke!!!” saya pun tersenyum puas. Akhirnya anak tikus itu bisa saya buang. (hiii…. Geuleuh!!!)

Cenut Cenit si Guinea Pig 1

Seperti janji saya, sore hari bersama Nasywa dan ibunya kami jalan-jalan mengendarai motor. Di dekat rumah kami memang ada orang yang menjual binatang, sebangsa kelinci, marmut, dan hamster. Ketika kami melihat-lihat, di situ banyak sekali marmut. Bentuk, wajah, dan warnanya lucu-lucu. Saya pikir, kalau kami membeli hamster agak rawan mengingat bentuk fisiknya yang kecil. Karena pasti Nasywa akan sangat senang memegang binatang peliharaannya nanti. Tapi dia masih 3 tahun, belum bisa mengukur kekuatan tangannya ketika memegang sesuatu. Bisa-bisa hamsternya malah kepenyet. Mau pilih kelinci tapi kok sepertinya besar sekali. Akhirnya saya putuskan kami membeli marmut atau Guinea Pig. Setelah tawar menawar akhirnya saya dapat sepasang marmut/Guinea Pig beserta kandangnya dengan harga 60 ribu rupiah.

Cenut Cenit si Guinea Pig 2

Sebenarnya saya sendiri masih blank untuk urusan memelihara marmut. Tapi ya sudah lah demi putri kami kubulatkan tekad untuk belajar memeliharanya. Lagipula marmut adalah hewan yang lucu. Melihatnya saja bikin gemes.

Saya pun segera mencari informasi di internet mengenai marmut, dari pola makan, kandang, sampai siklus hidupnya. Namun tidak semuanya bisa saya terapkan. Saya terapkan sesuai dengan kemampuan kami. Yang terpenting adalah supply makanan harus selalu tersedia di kandang. Mungkin karena kami membelinya bukan di Pet Shop, jadi marmut kami sangat suka sekali terhadap rumput. Satu genggam rumput, habis dalam waktu tidak sampai satu jam.

Selain rumput, biasanya saya belikan sayuran di pasar, seperti selada, bayam, mentimun, dan wortel. Selain itu sebagai selingan saya berikan pelet. Pelet sangat membantu, ketika stok sayurannya habis. Karena apabila makan pelet, menurut saya mereka akan awet kenyangnya.😉

Cenut dan Cenit Makan Pelet

Marmut adalah hewan yang mampu berinteraksi. Awalnya mereka akan takut dengan kehadiran kita, namun seiring berjalannya waktu maka mereka tidak canggung lagi ketika kita berada di dekat mereka. Cara untuk membiasakan agar mereka cepat familiar dengan kita adalah dengan memberikan umpan makanan. Ketika memberi makan, pegang pangkal sayuran dan sodorkan kepada mereka. Meskipun awalnya malu-malu, lama kelamaan mereka akan terbiasa dengan kehadiran kita.

Singkat cerita, akhirnya rumah kami menjadi lebih ramai, karena setiap terdengar suara motor saya di depan rumah, yang menyambut saya tidak hanya Nasywa dan ibunya namun juga suara marmut yang “menguik-nguik” seolah-olah tahu bahwa tuannya sudah pulang.:mrgreen:

Selain itu saya pernah membaca bahwa memiliki hewan peliharaan, sangat bagus bagi pertumbuhan mental anak-anak. Karena melalui hewan peliharaan tersebut, anak-anak akan belajar banyak hal, antara lain: afeksitas (kasih sayang), tanggung jawab, bersyukur, kreativitas, dan masih banyak lagi.

Nasywa Menyuapi Guinea Pig

Tapi peranan orang tua juga sangat diperlukan, karena tanpa diarahkan anak-anak tidak akan mendapatkan hal-hal seperti yang saya sebutkan di atas tadi. Orang tua juga harus mengarahkan, mengajari, dan memberi tauladan. Jika orang tua hanya membelikan tanpa memberikan pengertian, bisa-bisa hewan peliharaan tersebut malah tersiksa dan akhirnya mati (kasihan kan??? :(  ). Selain itu anak-anak tidak akan terasah rasa afeksitas dan tanggung jawabnya.

Maka jika putra/putri Anda memiliki keinginan untuk memiliki hewan peliharaan, janganlah dikekang. Salurkan keinginannya, namun cobalah cari hewan apa yang pas bagi putra/putri kita. Kita yang lebih tahu akan hal itu. Dan kita juga harus ikut aktif untuk menjaga dan memeliharanya, karena selain memberikan tauladan tentunya anak-anak masih terlalu berat untuk memikul tanggung jawabnya secara penuh.

Sepertinya itu saja sharing saya mengenai penghuni baru rumah kami. Yang ternyata telah menambah ramai dan keceriaan di rumah kami.  Sebenarnya masih banyak cerita mengenai mereka yang ingin saya bagi, namun saya tabung dulu untuk postingan yang lain supaya tulisannya tidak terlalu panjang.:mrgreen:

Mungkin nanti di postingan yang lain juga akan saya bagikan informasi lebih lengkap mengenai marmut atau Gunea Pig ini. Misal mengenai data-data bologis, jenis, tips dan cara memeliharanya, pokonya serba-serbi mengenai Gunea Pig lah. Jadi, tunggu saja… he..he..he..😉

Nguik..nguik…nguik…

2 thoughts on “Penghuni Baru

  1. BAgus juga ya buat melatih mentalitas anak agar sayang terhadap sesama ciptaan Allah..
    Tapi perlu hati2 juga kebersihannya mas, jangan lupa cuci tangan setiap si kecil abis pegang binatang peliharaannya..🙂

  2. “Karena melalui hewan peliharaan tersebut, anak-anak akan belajar banyak hal, antara lain: afeksitas (kasih sayang), … ” <– sangat setuju dengan ini..bisa sekaligus melatih unconditional love juga ke anak2… ^__^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s