Lagu Buat Bapak

Sudah lama tidak menampakkan diri, menghilang dari peredaran, “hiatus” kalo boleh saya pinjam istilah dari aiwulfric:mrgreen:. Namun di balik itu banyak sekali yang terjadi dalam hidup saya, baik yang mengenakkan maupun menyedihkan. Begitu banyaknya peristiwa yang terjadi, sampai-sampai saya bingung mau menulis dari mana.

Yang paling menyesakkan adalah ketika saya harus kehilangan seorang Bapak. Yah, beliau telah berpulang ke haribaan Illahi, tanpa pesan, tanpa firasat, tanpa pamit. Berita itu sangat mengejutkan, menyentak, dan mengoyak jiwa serta perasaan. Saya tidak menyangka akan ditinggal Bapak dalam waktu yang secepat ini. Yang dapat saya lakukan kini hanya berdoa, semoga beliau mendapatkan tempat yang baik di sisi-Nya. Tadinya berat sekali menulis tentang perasaan ini, namun akhirnya saya mampu menuangkannya ke dalam untaian kata meskipun bukan di sini, melainkan di rumah sebelah.

Ketika berbicara mengenai sosok seorang Bapak, banyak yang ingin diungkapkan namun seringkali tercekat di kerongkongan. Bapak saya bukanlah orang yang senang menasehati, namun dari beliau saya tahu akan nilai-nilai kehidupan. Dengan memperhatikan keseharian beliau, saya belajar kejujuran karena beliau adalah orang yang tidak neko-neko. Hidupnya lurus-lurus dan polos-polos saja, tidak pernah terlibat intrik dan muslihat. Bersama beliau saya belajar yang namanya kesederhanaan dan kesahajaan, tidak pernah hidup yang bermewah-mewah, karena beliau yakin harta benda dan sebagainya tidak akan dibawa mati.😥

Saat kami duduk bersama, kami malah membicarakan hal-hal yang tidak penting, dan bercanda. Tidak pernah beliau menggurui dan menceramahiku. Tapi terkadang dalam diamnya, aku mengerti ada nilai yang  beliau ajarkan kepadaku. Jika saja aku tahu bahwa malam itu adalah malam terakhir aku bertemu dan berbincang dengan mu, maka akan kuhabiskan malam itu bersamamu. Meskipun saat itu mati lampu dan kita menikmati nasi goreng bersama. Kan kubuka lebar mataku agar dapat menatap wajahmu meski dalam gelap. Dan jika saja aku tahu malam itu adalah saat terakhir kali aku memeluk dirimu, akan kupeluk erat seolah takkan kulepaskan lagi.

Buat para sahabat yang mungkin senasib, ini saya punya lagu lama salah satu koleksi dari Bapak juga sih…😦 Dibawakan dan dipopulerkan oleh grup band legendaris Koes Plus, berjudul “Ayah”.

Berikut ini adalah liriknya:

Ayah …
Betapa kuagungkan
Betapa kuharapkan
 
Ayah …
Betapa kau berpesan
Betapa kau doa kan
 
Ayah
Betapa pengalaman
Dahulu dan sekarang
 
Ayah
Rambutmu t’lah memutih
Cermin suka dan sedih
 
Ayah …
Ceritakan kembali
Riwayat yang indah waktu dahulu
 
(*) Ayah …
Ku takkan bosan mendengar
Riwayat waktu kau muda perkasa
 
(**) Ayah …
Kau dapat,merindukan
Kau dapat mengenangkan
 
(***) Ayah …
Waktu terus berlalu
Sampai ke anak cucu
 
Kembali ke : (*), (**), (***)
 

Selamat jalan, Pak… Doa kami selalu menyertaimu…

4 thoughts on “Lagu Buat Bapak

  1. Saya juga sering hiatus atau hibermasi dalam ngeblog kok mas.. hehe..

    Tentang Ayah, agak mirip dengan saya mas.. Saya merasa belum sempat untuk membalas apa yang sudah diberikan olh Alm Ayah pada saya…

    Mari kita berdoa agar segala amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT.. amin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s