Menikah Itu Indah

Honeymoon

Menikah, adalah sesuatu yang dinantikan oleh banyak orang. Meskipun dinanti-nantikan namun tidak semua orang dapat segera melaksanakannya, dengan berbagai alasan masing-masing tentunya. Pernikahan adalah sesuatu yang sakral, suci, dan mulia, jadi mungkin karena itu pula sehingga orang-orang memiliki pertimbangan yang terlalu banyak mengenainya.

Saya menulis ini bukan bermaksud untuk menggurui, saya juga masih harus banyak belajar. Akan tetapi saya menulis ini hanya untuk berbagi, berbagi dengan teman-teman yang ingin menikah. Paling tidak memotivasi mereka yang sudah siap secara moril dan materiil agar segera menikah (ayo, apa lagi yang ditunggu??? :lol:).

Memang benar kata orang-orang (sok) bijak yang mengatakan ‘semua akan indah pada waktunya’. Demikian pula dengan pernikahan, siapa sih yang tidak ingin menikah? Memiliki seseorang sebagai tempat berbagi, bertukar pikiran, dan seseorang yang perhatian kepada kita?

Meskipun demikian, saya juga tidak bilang bahwa menikah itu mudah, di dalamnya terdapat tanggung jawab moril baik kepada pasangan maupun kepada Sang Pencipta. Karena bagi saya (terutama kaum Adam) hendaknya dapat menjadi imam yang baik bagi keluarganya, nah ini yang terkadang membuat kita agak takut untuk segera menikah. Apakah kita sudah cukup mampu untuk menjadi seorang pemimpin? Akan tetapi, apakah kita akan terus menerus tenggelam dalam ketakutan kita sendiri? Ingatlah bahwa kita ini manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan, pun demikian dengan pasangan kita. Yang terpenting adalah adanya keterbukaan dan sikap saling mengerti antara satu sama lain, serta saling mengingatkan ketika salah satu di antaranya ada yang melenceng. Kata kuncinya : komunikasi (seperti iklan teh itu lho, ‘Mari Bicara’:mrgreen: )

Selain itu pernikahan tidak hanya menyatukan dua insan, melainkan dua keluarga. Keluarga mempelai pria dan keluarga mempelai wanita. Hal ini juga tidak mudah, karena terkadang dua keluarga mempelai mempunyai sudut pandang serta latar belakang yang berbeda. Nah, disinilah kita dilatih untuk dapat lebih bijaksana serta menempatkan diri sesuai dengan ‘sikon’. Dengan menikah, maka anggota keluarga kita juga bertambah, kita tidak hanya memiliki 2 orang tua melainkan 4 orang tua.

Jika kita mengutip sabda Baginda Rasul, bahwa wanita dinikahi karena 4 perkara, antara lain : kecantikannya, hartanya, keturunannya, dan ahlak/agamanya. Dan beliau menganjurkan kita untuk memilih wanita karena ahlak / agamanya, karena yang demikian itu lebih kekal dan membawa kebaikan bagi kita.

Dari tadi yang diomongin kok yang susahnya melulu ya?:mrgreen: Kapan enaknya donk? Hmm… Kalau enaknya sih tidak usah dijelasin juga sudah pada tahu kali ya….😆

Selain daripada ‘itu’, kalau menurut pengalaman pribadi saya, setelah menikah saya menjadi lebih tenang dan lebih fokus terhadap apa yang ingin saya capai. Pernah ada seorang ahli (sayangnya saya lupa namanya😳 ) yang mengatakan bahwa,  “Laki-laki yang sudah menikah akan memiliki integritas serta lebih fokus dalam meraih karir dan tujuan hidupnya dibandingkan laki-laki yang masih lajang.”

Setelah menikah saya juga senang karena akhirnya orang yang  saya sayangi akhirnya mendampingi hingga seumur hidup saya (Insya Allah, Amiin). Dan kebetulan saya dan istri memiliki banyak kesamaan meskipun tidak 100 % sama. Yang namanya manusia kan tidak ada yang sama persis, pasti ada saja perbedaannya. Namun, justru perbedaan itulah yang membuat kami saling melengkapi.

Kebahagiaan biasanya akan bertambah lengkap dengan kehadiran si kecil. Suara tangisnya yang kencang akan membuat ramai seisi rumah. Cukup menguras tenaga, memang, tapi menyenangkan. Selalu ada saja momen yang indah untuk diabadikan dalam tiap perkembangan hidpnya, terutama saat masih di bawah 2 tahun.

Demikian itu tadi sekelumit cerita tentang pernikahan, mudah-mudahan bermanfaat, dan buat Anda yang belum atau akan menikah, ayo buruan…:mrgreen: Buat yang belum memiliki calon, jangan menyerah, tetaplah berusaha, kalau memang sudah jodoh tidak akan kemana-mana kok. Tinggal menunggu momen yang tepat saja untuk bersua. Buat yang sudah menikah, semoga pernikahannya langgeng, serta menjadi keluarga yang Sakinah Mawadah Warahmah, Amiin Allahuma Amiin…

15 thoughts on “Menikah Itu Indah

  1. Masa muda juga harus dipikirin, tapi nikah juga jangan sampe lupa….😆 Jangan sampai juga menikah tanpa persiapan yang matang… Baik itu secara materiil maupun secara mental:mrgreen:

    • @ramlannarie : Betul sekali, Mas. Foto itu diambil waktu bulan madu…:mrgreen:

      @LAdyByte : Yup, dan semoga segera ketularan…😆

      @Dompet Kulit : Salam kenal balik, serta sukses juga buat Anda….😆

  2. perbedaan adalah suatu hal yang indah..makanya menikah juga dengan seseorang yang berbeda (laki2 dan perempuan)..yang paling penting adalah menjembatani perbedaan itu agar bisa melangkah sejalan..perbedaan mengisi ruang2 kosong dan akan saling melengkapi antara satu dengan yang lain..jadi intinya perbedaan adalah suatu hal yang indah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s