Rubik oh Rubik…

 

Rubik 3x3

 

Saya menulis artikel ini karena terinspirasi oleh teman saya Ai Wulfric, yang menulis tentang rubik di blognya. Pertama kali punya rubik, saya beli di “pasar kaget” di dekat perumahan. Yang saya beli waktu itu yang biasa-biasa saja alias yang paling murah, mungkin sekitar Rp. 5000. Niatnya sih buat mainan anak saya, tapi setelah sampai di rumah karena penasaran maka saya acak-acaklah si rubik tersebut.

Lima belas menit berlalu, tiga puluh menit berlalu, si rubik belum juga kembali seperti semula. Saya pun mulai panik dan keringat dingin mulai keluar. Akhirnya dengan perasaan gondok, saya simpan saja rubik itu ke keranjang mainan anak saya. Pikir saya waktu itu, “Ini mainan anak-anak kok susah amat. Yang orang dewasa saja belum tentu bisa, bagaimana kalau anak-anak, ya?”

Setahun lebih berlalu, hampir lupa kalau saya mempunyai sebuah rubik. Tapi ternyata teman-teman ada yang sudah jago main rubik, termasuk Ai Wulfric. Ketertarikan untuk bermain rubik itu pun kembali. Saya pun minta diajari oleh seorang teman yang mampu menyelesaikan rubik 3×3 dalam waktu kurang dari 90 detik (wow!!!). Pada awalnya memang membingungkan (sangat membingungkan, malah). Tapi karena didorong oleh rasa penasaran, maka saya pun dengan telaten berusaha belajar.

Ketekunan saya membawa hasil, dan akhirnya mampu menyelesaikan rubik 3×3!!! Karena waktu saya berguru tersebut adalah dalam masa pendidikan dan di asramakan, maka saat mendapat kesempatan pulang ke rumah, menyempatkan diri untuk mengambil rubik saya. Tujuannya adalah buat latihan supaya lebih lancar. Dan percaya atau tidak, rubik telah menjadi tren tersendiri di dalam masa pendidikan kami. Bahkan mendekati masa ujian pun rubik tetap menjadi menu utama, dan bukannya belajar untuk persiapan ujian.

Semakin banyak yang mulai bisa, maka teman-teman pun semakin menggila. Hal ini dibuktikan dengan adanya yang membeli rubik 4×4, rubik mirror (punya Ai), Rubik segi 5 (punya Ai juga), Rubik diagonal (punya saya dan Ai :mrgreen:), Dan yang terakhir ada juga yang membeli rubik 5×5.😆

 

Rubik Mirror

 

 

Rubik Diagonal

 

Buat yang ingin bisa main rubik, banyak sekali tutorial yang bisa diunduh dari internet. Coba saja browse di youtube, maka akan ditemukan banyak sekali tutorial mengenai rubik.

Ada sedikit cerita mengenai rubik ini. Ketika itu saya dan istri akan membeli seprei untuk kado seorang kerabat. Sampai di toko yang dituju, saya lihat penjaga toko sedang asyik bermain rubik. Dari roman mukanya, saya lihat dia sedang frustasi (mirip saya waktu pertama kali memegang rubik dulu :lol:), dan sepertinya kesulitan untuk menyusun kembali rubiknya. Saya dekati dia (sementara istri saya sedang asyik memilih seprei) dan bertanya, “Bang, udah bisa belum?”

Dia pun menjawab, “Belum nih, saya beli udah lama tapi kagak bisa-bisa.”

Tangan saya mulai gatal menatap kubus dengan 6 warna tersebut, “Coba sini, aku pinjem sebentar.”

Emang bisa, ya bang?” dia bertanya pada saya.

Cobain dulu, kali aja bisa.” Dengan penuh rasa percaya diri karena sudah digembleng selama masa pendidikan, kuputar-putar lah si kubus 3×3 itu. Istri saya yang sudah menemukan seprei yang dicari pun dicuekin.

“Tunggu dulu ya, Mbak. Pokoknya ini harus jadi dulu.” Kata penjaga toko itu seperti serius.:mrgreen:

Setelah 5 menit (sebenarnya bisa kurang dari itu, berhubung rubiknya sudah seret, jadi sudah sulit untuk digerakkan :lol:), kembalilah rubik itu dalam suatu keteraturan. Tepuk tangan pun membahana memenuhi toko tersebut (lebay ah😳 ). Penjaga toko itu tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada saya. Tapi sayang, meskipun sudah saya bisa mengembalikan rubiknya ke bentuk semula, istri saya tetap tidak mendapat diskon untuk seprei yang dibelinya😦 . Itulah sekelumit cerita dan pengalaman saya mengenai rubik, si kubus yang memiliki 6 warna, dan senantiasa mengundang rasa penasaran ketika ia sedang acak-acakan.:mrgreen:

15 thoughts on “Rubik oh Rubik…

  1. wah……….ada yg tergila-gila sama rubik kayaknya, sampe nyaris ‘gila’…..
    kisanak…mohon ijin untuk berguru….menimba ilmu dengan jurus2 ‘putaran’ maut nya…..
    saia akan berusaha keras, bertekad bulat, memeras keringat, membanting tulang untuk ilmu itu……

    wkwkwkwkwkwkwk

    • Eh, ini dia panjang umur. Apa kabar, guru? Ini saya mencantumkan guru dalam tulisan saya, mohon izin ya… Mau saya buat link-nya tapi tidak tahu alamat blognya Guru. (gak tau punya apa nggak, ya???:mrgreen: )

      Jadi sungkan, yang pertama komen malah gurunya…😳

      • kisanaak…kisanak….
        alhamdulillah saia sehat walafiat, cm masalah kemampuan jurus putar2 nya agak menurun
        sesepuh mengatakan…”semua orang adalah guru, dimanapun berada adalah tempat belajar, dan apapun yang ada di sekitar kita adalah ilmu”
        jadi saia pengen belajar juga tentang link…..

        maaf kisanak, masih ada hutang saia yang belum terbayar…saia naik ke langit 10 kisanak belum tiba….

        • Ah, guru jangan suka merendah begitu….😳
          Tadi pagi memang saya datang agak terlambat, karena ban saya bocor di jalan.😥
          Nanti saya saja yang menyambangi guru di pertapaan…:mrgreen:

  2. Jadi inget masa2 pendidikan.. main rubik sebagai kegiatan ‘ekstra kurikuler’ yg byk peminatnya.. seru..:mrgreen:
    Setuju banget..awalnya rubik bener2 bikin menggila..bikin aq gabisa tidur bahkan sampe kebawa mimpi.. untung ada teman yang rela ngajarin n byk tutorial yg bisa diunduh diinternet.. bahkan klw minat bisa ikutan komunitas rubik di rubikku.ning.com

    tetap smangat… aq punya yg kayu ni.. mw coba??😆

    • @ Mas Mursyid : Wah, bagus itu, kalau dari kecil sudah bisa. Jangan kaya saya, udah tua gini, barusan aja bisa maen rubiknya…😆

      @ Mas Danu : Wah, berarti udah jago donk, Mas???:mrgreen: Lha saya dari dulku gak ada yang bisa ngajarin, je… Baru2 ini saja ada yang ngajarin, itu tuh yang komen pertama kali…..:mrgreen:

    • Kerjaan sih ada, Bos. Ini kan cuma untuk mengisi waktu luang…:mrgreen: Tapi emang bikin ketagihan juga sih😳 Lagian menurut saya main rubik juga gak ada ruginya, kok. malah bisa untuk melatih logika dan motorik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s