Tahun Baru, Lembaran Baru

happy new year 2010

Tahun baru 2010 telah tiba, sudah saatnya kita mempersiapkan diri untuk esok yang lebih baik. Tahun baru, seperti layaknya tahun-tahun sebelumnya, dirayakan dengan penuh hingar bingar dan gegap gempita ketika akan memasuki detik-detik pergantian tahun. Memang bagi sebagian orang pergantian tahun ditanggapi dengan adem-adem saja (termasuk saya mungkin🙂 ). Tidak sedikit pula yang menganggap perayaan tahun baru adalah sesuatu yang penuh pemborosan dan merupakan hal yang buruk.

Terlepas dari perbedaan yang ada, saya lebih senang mengambil jalan tengah. Saya tidak suka hura-hura, juga tidak sepenuhnya benar, karena pada waktu saya masih remaja saya juga pernah melakukan kumpul-kumpul bareng teman-teman saya. Tapi ya sebatas kumpul-kumpul saja, sambil makan-makan dan berbagi cerita. Sedangkan di sisi lain, saya juga tidak terlalu suka perayaan tahun baru yang terlalu berlebihan, yang akhirnya menjadi ajang kebebasan yang kebablasan bagi sebagian muda-mudi.

Memang kalau dilihat dari sudut pandang agama Islam, perayaan tahun baru tidak pernah ada tuntunannya. Jadi bagi sebagian orang merayakan tahun baru adalah sesuatu yang haram, meskipun tidak semua orang melakukan hal yang negatif di malam tahun baru. Ada yang malah menyambung tali silaturrahim dengan kerabat maupun saudara, dan berkumpul bersama keluarga di rumah atau tempat wisata, dimana hal-hal semacam ini mungkin sulit dilakukan di hari-hari biasa.

Kalau menurut saya, kita jangan langsung memukul rata bahwa perayaan tahun baru selalu bersifat negatif. Jika kita tidak ingin merayakan tahun baru, ya sudah monggo. Tapi jangan pernah men-judge orang-orang yang ikut merayakan tahun baru adalah orang-orang yang gak bener. Kita semua adalah manusia, derajat kita sama, dan yang berhak menilai hanya Allah semata. Biarlah itu menjadi kuasa-Nya, jangan pernah kita menjadi tuhan-tuhan kecil yang berhak untuk menakar kebenaran bagi orang lain. Marilah kita gunakan ilmu yang kita miliki untuk menakar diri kita, untuk menghisab diri kita.

Penanggalan Masehi sendiri, pada hakikatnya juga milik Allah, karena itu hanya merupakan salah satu sistem penentuan waktu. Dan waktu itu sendiri milik Allah. Jadi menurut saya tidak sepenuhnya salah ketika kita ikut merayakan tahun baru asal dengan cara-cara yang baik. Cara yang baik bagaimana sih? Ya misal itu tadi, berkumpul bersama keluarga atau kerabat, bermuhasabah atau instropeksi diri, serta mendekatkan diri pada Allah. Dan jauhi cara merayakan tahun baru dengan cara-cara yang tidak baik seperti pesta minuman keras, sex bebas, atau berbuat anarkis.

Di tahun yang baru ini, marilah kita buka lembaran baru, belajar untuk menerima perbedaan dan menghormati keanekaragaman. Kita harus menyadari bahwa kita hidup tidak sendiri, tetapi harus berbagi dengan orang lain. Singkirkan jauh-jauh pemikiran yang membuat kita terkotak-kotak. Memang masalah keyakinan adalah hal yang prinsip, tetapi dalam hal bermuamallah kita harus adil dan tidak boleh dholim. Kita bukan makhluk yang sempurna melainkan penuh cela, jadi jangan sekali-kali mencela orang lain yang belum tentu lebih buruk dari kita.

Dalam lembaran baru ini, marilah kita tingkatkan rasa persaudaraan dan kebersamaan sehingga tercipta harmoni di dalam kehidupan. Alangkah indahnya bersatu dalam kebersamaan. Kita bisa dengan bangga berkata: “Aku orang Indonesia!”

Semoga sedikit coretan ini bisa menggugah hati kita untuk lebih terbuka dalam menerima perbedaan dan dapat menciptakan kehidupan yang harmonis, serasi, selaras, dan seimbang. Saya bukan seorang Ustadz atau ulama, saya hanya seorang manusia yang merindukan kedamaian di atas bumi ini tanpa mengecilkan arti nyawa seorang manusia.

8 thoughts on “Tahun Baru, Lembaran Baru

  1. Setujuuu… “kita jangan langsung memukul rata bahwa perayaan tahun baru selalu bersifat negatif”..
    Tergantung bagaimana menyikapinya, yg penting kn ga kebablasan..😉

  2. Hmmmm,,,,aq juga salah satu yang merayakan. tapi bukan taun barunya, hanya salah satu alasan ajang berkumpul bareng temen2,,mumpung liburan,,,,

  3. Saya ga pernah merayaakan tahun baru masehi🙂 … intinya bukan perayaannya tapi apakah kita bisa memaknainya🙂
    Salam kenal, link nya sudah terpasang di blog saya

  4. iyah ga semua perayaan taun baru hura2.. ada juga yang dimesjid mengikuti pengajian atau acara isLami (tapi aku ga ikutan)😛

    aq cuma d rumah ngendon.. meLek mpe Lepas midnite terus tidur deh mas :p

  5. Eh, napa juga mempermasalahkan tahun Baru…?? Enjoy aja lah? Kenapa semua dibuat ribet. Pikiran harus terbuka, jangan konsevatif gitu coy!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s