Rumah Ideal di Jakarta (1)

home sweet home

home sweet home

Rumah merupakan dambaan setiap orang. Pada awalnya rumah merupakan kebutuhan pokok, tapi seiring perkembangan jaman, dimana tingkat ekonomi yang semakin menyekik leher, akhirnya kedudukan rumah mulai bergeser. Diakui atau tidak rumah dapat dikategorikan sebagai kebutuhan sekunder. Lha wong untuk memenuhi kebutuhan makan dan sandang aja udah megap-megap, boro-boro mikir beli rumah.

Meskipun demikian, membeli rumah adalah hal yang wajib kita lakukan, walaupun entah kapan bisa terlaksana. Namun, sekarang sudah banyak kemudahan-kemudahan yang diberikan baik dari developer maupun pihak perbankan untuk pengambilan kredit rumah sederhana bagi golongan ekonomi menengah ke bawah.

Setelah kita merencanakan membeli sebuah rumah, tentunya kita menginginkan sebuah rumah yang ideal, apalagi bagi Anda yang beraktivitas di Jakarta, rasanya kok susah banget ya…? Bagaimana sih rumah yang ideal itu?

Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa hal yang menurut saya unik muncul ketika seseorang akan memilih dan membeli rumah. Bisa dikatakan, rumah hampir sama dengan jodoh, datangnya tak diduga-duga. Pernah teman saya ketika akan membeli rumah, dia melakukan survei berkali-kali ke sebuah Perumahan elit di bilangan kota Cikarang, tapi apa yang terjadi? Teman saya akhirnya memilih membeli rumah di kawasan Kota Legenda. Pada saat itu dia hanya datang beberapa kali dan langsung merasa cocok. aneh bukan?

Terkadang saat memilih dan membeli rumah adalah suatu hal yang tidak eksak, atau relatif atau bisa juga disebut nisbi. Mengapa? Karena lokasi, menurut seseorang dengan seseorang yang lain tidaklah sama. Bisa saja menurut seseorang di kawasan ini bagus, tapi belum tentu menurut orang lain.

Bagi Anda yang masih bingung menentukan pilihan, saya akan mencoba berbagi apa saja pertimbangan yang perlu diperhatikan ketika akan membeli sebuah rumah.

1. Lokasi
Saya pikir, lokasi memegang kunci dalam mempertimbangkan pengambilan sebuah rumah. Anda perlu menghitung seberapa jauh rumah Anda dari kantor Anda. Tidak dapat dipungkiri, kini mencari rumah yang dekat dengan kantor Anda yang bekerja di Jakarta mungkin sulit, kecuali bagi Anda yang berkantong tebal. Satu-satunya jalan adalah Anda mungkin akan merapat ke daerah urban, seperti Bekasi, Depok, Tangerang, Tambun, dan bahkan Cikarang. Resikonya adalah rumah Anda mungkin jauh dari kantor Anda, akan tetapi harga rumah di daerah-daerah tersebut mungkin masih terjangkau. Kalau Anda setuju untuk memilih tinggal di daerah urban tersebut, ada hal yang sangat penting untuk Anda pertimbangkan, yaitu Transportasi.

Jarak boleh jadi jauh, tapi jika Transportasi Anda lancar, kenapa tidak? Transportasi di sini bukan hanya berarti ada sarana yang menghubungkan antara rumah dengan kantor Anda, tapi juga adanya beberapa pilihan alternatif. Hal ini untuk mengantisipasi jika seandainya terjadi gangguan pada jalur yang Anda lewati. Selain itu seberapa jauh jarak dari rumah sampai titik pemberangkatan sarana transport tersebut. Jangan sampai hanya untuk mencapai titik pemberangkatan pun sudah memakan waktu yang cukup lama.

Kemudian, jalur yang akan Anda lewati juga perlu disurvei, misalnya macet atau tidak? Seandainya macet kira-kira akan memakan waktu berapa lama? Jam-jam berapakah jalur tersebut mulai padat? Di titik-titik manakah kemacetan mulai terjadi? Hal ini harus diperhatikan karena penting bagi kita untuk memperkirakan waktu minimal yang dibutuhkan untuk perjalanan dari rumah ke kantor.

2. Kualitas Bangunan
Rumah yang akan kita beli bukanlah hanya ditempati hanya untuk 1 atau 2 minggu saja, tapi juga nanti sampai usia kita senja. Jadi kualitas bangunan merupakan prioritas kedua dalam mempertimbangkan dan memilih sebuah rumah.

Hanya saja, sekarang sulit sekali mencari rumah dengan kualitas bagus jika dibangun oleh developer, kecuali untuk kelas menengah ke atas. Jadi kita harus jeli, dalam menilai kualitas bangunan yang ditawarkan oleh developer. Jangan sampai kita tertipu oleh mulut manis sang marketing, sehingga kita akan menyesal di kemudian hari. Tanyakan secara detil mengenai spesifikasi bangunan rumah Anda. Dan sebagai bocoran, biasanya developer hanya menggunakan bahan bangunan dengan kualitas yang paling bawah (istilahnya KW3) terutama untuk rumah-rumah kelas menengah ke bawah. Jadi jangan heran jika nanti tiba-tiba beberapa minggu setelah ditempati tembok rumah Anda mulai retak, keramik Anda mulai terangkat, dsb.

Untuk mengatasi hal ini, ada baiknya Anda memantau perkembangan pembangunan rumah Anda (ini dapat dilakukan jika Anda membeli secara inden). Kemudian coba Anda dekati kepala tukang atau mandornya, dan lobi-lah supaya rumah Anda dibangun dengan menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi, tentu saja untuk itu Anda harus merogoh kocek Anda sendiri.

Atau kalau memang kepepet, Anda bisa merencanakan untuk merenovasinya di masa yang akan datang. Hitung-hitung Anda bisa mulai menabung terlebih dahulu. Toh, yang paling penting kini Anda sudah memiliki rumah sendiri, ketimbang masih ngontrak, ya tho?

Bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s