Tips Pengolahan Sampah

Save the earth

Save the earth

Sampah merupakan permasalahan klasik yang kerap timbul dalam kehidupan sehari-hari kita. Dan tanpa kita sadari, masalah sampah ini akan membawa akibat yang sangat buruk. Mulai dari sumber penyakit sampai tragedi bencana alam. Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa banjir yang saat ini kerap terjadi di Jakarta, tak lain dan tak bukan timbul akibat penanganan sampah yang masih belum tepat.

Sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan kita semua, masing-masing dari kita turut memiliki tanggung jawab yang besar dalam hal penanganan sampah ini. yang menjadi permasalahan adalah, bagaimana kita akan memperlakukan sampah yang setiap hari mau tidak mau akan selalu kita hasilkan? Melalui artikel ini kami akan mencoba memberikan solusi. Mungkin belum akan dapat menyelesaikan permasalahan sampah ini secara total, tetapi paling tidak kita dapat menurangi kerusakan yang kita perbuat kepada bumi yang kita sayangi ini.

Percaya atau tidak, sebenarnya dari sampah yang kita hasilkan itu jika kita mau telaten, masih banyak sesutu yang kita peroleh baik secara ekonomi maupun non ekonomi, sekali lagi dari sampah.

Beberapa langkah yang kita lakukan dalam penanganan sampah adalah :

1. Pisahkan antara sampah organik dan anorganik

Hal ini penting untuk dilakukan karena akan berkaitan dengan langkah-langkah apa yang akan diambil selanjutnya dalam pengolahan sampah tersebut. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari bahah-bahan organik / berasal dari makhluk hidup, seperti misalnya : daun-daunan, sisa sayur mayur, sisa lauk pauk, tulang, duri, sisa buah-buahan, kayu, kertas, dsb. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang bukan berasal dari makhluk hidup, seperti misalnya : plastik, botol, gelas, karet, kaleng, besi, seng, alumunium, dsb.

2. Sebelum dibuang, pilah sekali lagi sekiranya masih ada yang bisa dimanfaatkan

Dalam tahap ini, memang gampang-gampang susah, karena dituntut kreativitas Anda. Banyak sekali contoh orang-orang yang berhasil berkarya hanya dengan mendaur ulang kembali sampah yang mungkin oleh orang lain dianggap sudah tidak bernilai lagi. Botol palstik, atau kaleng bekas dapat Anda manfaatkan menjadi sesuatu yang lebih berguna, setelah Anda permak dulu tentunya.

3. Daur ulang kembali sampah Anda

Dalam hal mendaur ulang, kita pisahkan antara sampah organik dan anorganik. Sampah organik biasanya dapat didaur ulang untuk menjadi pupuk kompos, yang sangat berguna bagi kesuburan tanah. Sedangkan sampah anorganik biasanya didaur ulang menjadi barang-barang lain yang memiliki nilai ekonomis kembali. Sebagai referensi, anda dapat melihat masalah pengolahan sampah organik di sini. Selain itu jika Anda penasaran bisa jadi apa sih sampah anorganik itu, baca pula artikel yang berjudul Sampah Plastik, Prestasi Baedowy.

4. Buanglah sampah yang benar-benar sudah diseleksi secara terpisah

Setelah sampah Anda diseleksi, dan tdak ada lagi yang dapat Anda “selamatkan”, maka buanglah secara terpisah antara Organik dan Anorganik. Biasanya sampah anorganik Anda akan menjadi buruan para pemulung. Dengan memisahkan sampah Anda antara organik dan anorganik, maka Anda pun turut mmudahkan pekerjaan para pemulung, sehingga mereka dapat langsung membawa sampah plastik Anda ke pabrik plastik untuk didaur ulang kembali.

5. Kurangi konsumsi sampah plastik Anda

Meskipun bukan terdengar sebagai solusi pengolahan, tapi percayalah bahwa dengan melakukan reduksi terhadap pemakaian plastik maka Anda akan menyelamatkan bumi kita ini dari kerusakan yang lebih parah. Plastik merupakan material anorganik yang sulit untuk terurai di dalam tanah, bahkan sampai berjuta-juta tahun. Bayangkan jika seluruh permukaan tanah di bumi ini tertutup oleh plastik, pasti tanaman pun tak akan mampu bertahan hidup.

Demikian 5 langkah kecil yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan bumi yang kita cintai ini dari kerusakan yang lebih parah. Semoga sedikit sumbangan dari kami dapat memberikan pencerahan, sehingga hati kita tergerak untuk lebih peduli dan mencintai alam.

Salam Lestari, Let’s Go Green.

Rumah Ideal di Jakarta (1)

home sweet home

home sweet home

Rumah merupakan dambaan setiap orang. Pada awalnya rumah merupakan kebutuhan pokok, tapi seiring perkembangan jaman, dimana tingkat ekonomi yang semakin menyekik leher, akhirnya kedudukan rumah mulai bergeser. Diakui atau tidak rumah dapat dikategorikan sebagai kebutuhan sekunder. Lha wong untuk memenuhi kebutuhan makan dan sandang aja udah megap-megap, boro-boro mikir beli rumah.

Meskipun demikian, membeli rumah adalah hal yang wajib kita lakukan, walaupun entah kapan bisa terlaksana. Namun, sekarang sudah banyak kemudahan-kemudahan yang diberikan baik dari developer maupun pihak perbankan untuk pengambilan kredit rumah sederhana bagi golongan ekonomi menengah ke bawah.

Setelah kita merencanakan membeli sebuah rumah, tentunya kita menginginkan sebuah rumah yang ideal, apalagi bagi Anda yang beraktivitas di Jakarta, rasanya kok susah banget ya…? Bagaimana sih rumah yang ideal itu?
Continue reading